Selasa, 11 September 2012

Macam-macam Bohlam Lampu


Lampu adalah benda yang dapat menghasilkan cahaya. Lampu listrik digunakan sebagai sumber cahaya buatan untuk penerangan rumah tinggal. Sebetulnya yang lebih tepat disebut sumber cahaya adalah bohlam yang terpasang di dalam lampu. Lampu terdiri dari bohlam, stem ( batang ), base ( dudukan ), shade ( kap ). 

Semakin tinggi daya ( dalam satuan Watt ) yang tertera pada bohlam, semakin terang cahaya yang dihasilkan. Daya bohlam lampu dari 5 watt sampai 150 watt. Untuk kebutuhan khusus ada yang lebih besar.

Macam-macam Bohlam Lampu adalah :

  • Bohlam Filamen Tungsten / Incandescent bulb, biasa disebut Lampu Pijar. Mengeluarkan cahaya berdasarkan prinsip pemijaran karena ada panas. Cahaya akan muncul setelah kawat filamen tungsten yang terdapat dalam tabung gelas mengalami panas setelah dialiri arus listrik. Harganya paling ekonomis. Bias cahaya kuning. Kawat bohlam selalu dialiri listrik itu sebabnya bohlam lampu pijar mudah putus / mati. Energi yang digunakan untuk menciptakan cahaya hanya 10 persen, sisanya menjadi energi panas. Menyebabkan konsumsi energi menjadi sangat tinggi / boros listrik.
  • Fluoresen tube ( Lampu Neon / TL / SL / PL ) atau disebut Lampu Berpendar. Bentuknya ada yang lurus panjang dan lingkaran. Disebut lampu neon biasa atau TL. Komponen elektrisnya terdiri dari ballast, kapasitor, stater. Lampu teknologi baru disebut compact fluorescent atau lampu SL dan PL. Di dalam tabung kaca berisi bubuk fluoresen. Cahaya tercipta dari reaksi kimia, kedua ujung tabung mendapat panas dari tenaga listrik, kemudian aliran panas listrik merambat membuat bubuk fluoresen bereaksi memancarkan cahaya. Konsumsi energi tergolong rendah. Lampu ini tidak panas, hanya di bagian ballast magnetic sebagai alat mengalirkan listrik ini cukup panas yang kadang meninggalkan bekas hitam di plafond atau dinding tempat menempelnya. Bias cahaya berwarna putih kebiruan. Untuk ruangan yang luas cukup ekonomis. Kurang cocok untuk dipakai di toko makanan atau pakaian, karena warna produk menjadi tidak menonjol, buram, tidak menarik.  
 Lampu Neon TL

Lampu Neon SL dan PL

  • Tungsten Halogen. Termasuk ke dalam kelompok lampu pijar, namun di dalamnya berisi gas halogen seperti yodium. Gas Halogen membuat lampu memiliki cahaya yang sangat terang, putih, cerah. Dengan watt yang sama, menghasilkan cahaya dua kali lampu pijar. Ukurannya kecil, sering digunakan untuk lampu downlight. Banyak digunakan di etalase toko, untuk menyorot perhiasan, baju, patung, lukisan dll. Konsumsi energi cukup tinggi. Harganya relatif mahal. Umurnya paling pendek diantara seluruh jenis lampu. 
  • PAR Lamp ( Parabolic Aluminized Reflector ). Merupakan lampu yang terbuat dari tabung filament tungsten-halogen atau lampu yang berada di dalam reflector optic. Lampu ini terbungkus. Lampu di dalam lampu. Bias warnanya beragam. Banyak digunakan untuk penerangan taman atau kolam renang di malam hari.

  • Lampu Continuous lighting. Lampu untuk mendapatkan cahaya yang kontinyu ( tidak putus ) di sekeliling objek yang akan disinari. Modelnya ada 3 yaitu Click strip, Philinia dan Lampu Selang.  

  • LHE ( Lampu Hemat Energi ). Pada prinsipnya LHE sama dengan lampu fluoresen. Bedanya jika fluoresen menggunakan ballast magnetic, maka LHE menggunakan ballast elektronik yang jauh lebih baik. Meningkatkan efisiensi penggunaan energy sekaligus menurunkan biaya pemakaian. Energi yang terpakai turun sekitar 20 – 40 %.  Terang cahaya berbanding 5 : 1. Jika memakai lampu biasa 75 watt, dengan lampu LHE cukup 15 watt. Bias cahayanya hijau kebiruan tapi lembut. Harganya lebih mahal, namun umurnya lebih panjang 6 kalinya. 


Demikian tentang Macam-macam Bohlam Lampu … semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar